Awal bulan ini dimulai dengan awal yang buruk,
realita yang harus aku haadapi. Lentera itu kini kian meredup, dan aku harus
berusaha supaya lentera itu tetap dapat menyala menerangi hidupku kalaupun bisa
aku ingin membuat lentera itu semakin terang menyala menerangi jalanku di
lorong yang gelap.
Aku tidak lagi hanya bermain api, tapi aku telah
membasahi api itu dengan bensin. Semua berawal dari kecerobohan dan sandiwara
yang aku buat-buat demi mempertahankan hubunganku. Seiring berjalannya waktu
semua itu terkuak dari pernyataan seorang sahabatku sendiri. Tapi tak apa, aku
sekarang menjadi lebih memahami arti penting sebuah kepercayaan dan arti dari
sebuah cinta sejati. Semua itu tumbuh dari hati, bukan tiba-tiba muncul dengan
disengaja.
Hampir malam ini aku kehilangan segalanya, segala
yang aku miliki yang telah tertanam dalam dalam hati seorang bidadari. Bahkan
dia telah dihadapkan pada empat hunian hati yang mungkin lebih baik dari pada
gubuk hati ini. Namun ketika aku telah membuka kunci hati ini yang sebenarnya
tak rela, dia menjawab “Bahagiaku sama kamu kok J”.
Kata-kata itu menyejukan namun bisa cukup membuatku berfikir keras dan berusaha
mati-matian untuk mempertahankannya agar tetap singgah di dalam gubuk kecil
ini. Pengorbananmu teramat besar untuk semua ini, tak bisa aku membalas semua
kebahagiaanmu yang telah engkau korbankan demi manusia bodoh ini.
Aku berharap permasalahan ini hanya sebuah batu
karang kecil yang dapat dimusnahkan dengan palu tekad yang keras. Tidak akan
ada lagi karang-karang penghalang pelayaran hubungan kita. Aku akan membawa
perahu ini jauh lepas di tengah lautan luas yang tak akan ada karang dangkal
yang akan kita hempas. Meskipun aku mengetahui akan ada badai besar yang akan
lebih sering menghempaskan perahu kita. Tapi dengan ribuan tekad yang membara,
aku akan membawamu keluar dari badai itu. Dan kelak nantinya kita akan
menemukan kebahagiaan kita berdua.
Berada di tengan pulau nan indah dimana hanya ada
kita berdua dan tak akan pernah ada yang mengusik. Aku akan membangun bahtera
baru kehidupan kita disana, kita akan beranak cucu, dan kita akan melihat anak
cucu kita berlarian di taman, bernyanyi dengan desiran angin kicauan burung dan
menari bersama bunga-bunga serta rerumputan di taman.
Disana akan tiba waktunya kita akan dijemput satu
persatu oleh Sang Pencipta, kita akan dibaringkan bersebelahan dikelilingi
bunga-bunga yang bermekaran. Dan apa yang dipersatukan Tuhan tidak dapat
dipisahkan oleh manusia.
Untuk terakhir kalinya aku berjanji, aku tidak akan
mengecewakanmu, aku tidak akan pernah lagi membuat retakan dalam kaca itu, aku
akan menumbuhkan kembali pohon yang telah aku pangkas itu meskipun sulit, aku
akan menambahkan minyak dalam buli-buli ini supaya lentera itu tetap terang
sampai titik kesempurnaan.
Patrick
Ganang Bimantara
&
Anggraeni Pratama Indrianto
Tidak ada komentar:
Posting Komentar