Selasa, 03 Desember 2013

Awal bulan ini dimulai dengan awal yang buruk, realita yang harus aku haadapi. Lentera itu kini kian meredup, dan aku harus berusaha supaya lentera itu tetap dapat menyala menerangi hidupku kalaupun bisa aku ingin membuat lentera itu semakin terang menyala menerangi jalanku di lorong yang gelap.
Aku tidak lagi hanya bermain api, tapi aku telah membasahi api itu dengan bensin. Semua berawal dari kecerobohan dan sandiwara yang aku buat-buat demi mempertahankan hubunganku. Seiring berjalannya waktu semua itu terkuak dari pernyataan seorang sahabatku sendiri. Tapi tak apa, aku sekarang menjadi lebih memahami arti penting sebuah kepercayaan dan arti dari sebuah cinta sejati. Semua itu tumbuh dari hati, bukan tiba-tiba muncul dengan disengaja.
Hampir malam ini aku kehilangan segalanya, segala yang aku miliki yang telah tertanam dalam dalam hati seorang bidadari. Bahkan dia telah dihadapkan pada empat hunian hati yang mungkin lebih baik dari pada gubuk hati ini. Namun ketika aku telah membuka kunci hati ini yang sebenarnya tak rela, dia menjawab “Bahagiaku sama kamu kok J”. Kata-kata itu menyejukan namun bisa cukup membuatku berfikir keras dan berusaha mati-matian untuk mempertahankannya agar tetap singgah di dalam gubuk kecil ini. Pengorbananmu teramat besar untuk semua ini, tak bisa aku membalas semua kebahagiaanmu yang telah engkau korbankan demi manusia bodoh ini.
Aku berharap permasalahan ini hanya sebuah batu karang kecil yang dapat dimusnahkan dengan palu tekad yang keras. Tidak akan ada lagi karang-karang penghalang pelayaran hubungan kita. Aku akan membawa perahu ini jauh lepas di tengah lautan luas yang tak akan ada karang dangkal yang akan kita hempas. Meskipun aku mengetahui akan ada badai besar yang akan lebih sering menghempaskan perahu kita. Tapi dengan ribuan tekad yang membara, aku akan membawamu keluar dari badai itu. Dan kelak nantinya kita akan menemukan kebahagiaan kita berdua.
Berada di tengan pulau nan indah dimana hanya ada kita berdua dan tak akan pernah ada yang mengusik. Aku akan membangun bahtera baru kehidupan kita disana, kita akan beranak cucu, dan kita akan melihat anak cucu kita berlarian di taman, bernyanyi dengan desiran angin kicauan burung dan menari bersama bunga-bunga serta rerumputan di taman.
Disana akan tiba waktunya kita akan dijemput satu persatu oleh Sang Pencipta, kita akan dibaringkan bersebelahan dikelilingi bunga-bunga yang bermekaran. Dan apa yang dipersatukan Tuhan tidak dapat dipisahkan oleh manusia.
Untuk terakhir kalinya aku berjanji, aku tidak akan mengecewakanmu, aku tidak akan pernah lagi membuat retakan dalam kaca itu, aku akan menumbuhkan kembali pohon yang telah aku pangkas itu meskipun sulit, aku akan menambahkan minyak dalam buli-buli ini supaya lentera itu tetap terang sampai titik kesempurnaan.









Patrick Ganang Bimantara
                                &

                     Anggraeni Pratama Indrianto

Tidak ada komentar:

Posting Komentar