Sebuah lorong waktu dimana sebuah kehidupan dimulai. Semua telah dirancangkan sebelum kita hadir di dunia, semua telah berjalan sebelum kita dapat membuka mata. Entah itu nyata atau hanya sebuah khayalan, kehidupan manusia sesungguhnya hanyalah penyeimbang ekosistem di alam raya nan megah ini. Bagai mana seorang bayi dapat berjalan, bagaimana seorang anak dapat berlari dan bagai mana menjadi sepasang merpati yang akan terbang mengitari alam raya ini, terasa bebas lepas tanpa beban hidup.
Namun semua akan berubah ketika kita menemukan kehidupan kita. Sisi gelap kita yang akan menuntut kita untuk bertahan mencari sebuah titik cahaya terang. Aku yang kini sedang berjalan menapaki goa kehidupan masa lalu. Pencarian tiada henti, jatuh bangun yang terlalu menyiksaku. Pernah sesekali tersesat dan merasa harus berhenti melangkah menapaki lorong waktu kehidupanku. Saat itu pula aku menemukan sebuah lentera yang menemaniku menapaki sisi gelap dari pahitnya kehidupan yang harus dijalani setiap insan manusia. Sebuah lentera bukanlah sebuah cahaya abadi namun lentera itu adalah penunjuk arah, kemana kita akan menapakan kaki, kemana kita harus melangkah, dan kemana kita harus menghindar ketika ada sebuah permasalahan yang datang. Dan jika saatnya tiba lentera itu akan membiarkan dirinya redup kemudian padam dengan perlahan. Saat itulah aku harus berjalan sendirian kembali menuju kegelapan diriku sendiri, dan akan terus begitu sebelum aku menemukan terang abadi yang nantinya akan menuntunku menuju ke kedewasaan.
Namun kini semuanya telah berubah, 30 Oktober 2013, semuanya berawal. Kehidupanku yang baru, lenteraku yang akan membawaku keluar dari lorong kegelapan dalam jiwaku. Dialah yang akan menuntunku setapak demi setapak, menuntunku melewati lorong-lorong gelap, menerangi dengan cahaya kehidupannya. Dia bersinah megah bagai cahaya mentari yang tak akan pernah redup jika aku tidak menutup mataku. Aku bisa keluar dari kegelapanku dan kini aku bisa melihat setitik cahaya yang memancar dari ujung lorong, entah itu lentera yang baru, entah itu adalah jalan keluar dari lorongku. Jika lentera ini tidak redup di tengah jalan maka lentera inilah yang akan menjadi terang dalam hidupku kelak.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar